SEMARANG – Program Studi Sastra Jawa dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan inovasi sosial dalam gelaran UNNES Mantu 2026 melalui kegiatan akad nikah massal yang diikuti 10 pasangan calon pengantin.
Kegiatan yang akan berlangsung pada 19–20 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara Pergelaran 5 Gagrag Panggih Pengantin dan Akad Nikah Massal yang mengangkat tema “Pengantin Lintas Masa.” Selain prosesi akad nikah, masyarakat juga dapat menyaksikan pergelaran adat pengantin dari berbagai gagrag atau tradisi Jawa secara gratis.
Dosen pengampu mata kuliah Panatacara, Dr. Widodo, S.S., M.Hum, menjelaskan bahwa ide penyelenggaraan nikah massal berawal dari pengalaman yang diceritakan istrinya yang bekerja di puskesmas. “Setiap bulan hampir pasti ada kelahiran, tetapi hanya dari seorang ibu. Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang berasal dari pasangan yang baru menikah siri sehingga belum memiliki legalitas pernikahan secara resmi,” ujarnya.
Kondisi tersebut mendorong tim penyelenggara untuk menambahkan agenda nikah massal dalam ujian praktik panatacara tahun ini. “Kami memberanikan diri menambah acara nikah massal sebagai bagian dari UNNES Mantu. Ternyata respons masyarakat luar biasa. Pendaftar lebih dari 25 pasangan,” katanya.
Namun demikian, setelah melalui proses verifikasi administrasi dan persyaratan hukum, hanya 10 pasangan yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti akad nikah massal. Menurut Widodo, kegiatan ini tidak sekadar menjadi bagian dari pergelaran budaya, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
Akad nikah massal dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026 pukul 08.00-11.00 WIB, sedangkan pergelaran panggih pengantin berbagai gagrag akan digelar pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 08.00–22.00 WIB. Dalam pergelaran tersebut, masyarakat dapat menyaksikan lima tradisi panggih pengantin, yaitu Gagrag Surakarta Karaton, Krabat Karaton, Sudhagar, Pabrayatan, serta Yogyakarta Pabrayatan.
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya Jawa, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat. Pergelaran UNNES Mantu 2026 dapat disaksikan secara langsung maupun melalui siaran daring yang disediakan panitia. (Rhn)

