Hibah Umroh dari Yayasan Khairul Ummah Amanah: Buruh Pabrik dan Tukang Batu Berangkat Umroh

Umroh: Para perwakilan Yayasan Khairul Ummah Amanah berpose bersama penerima hibah umroh, Purwanto (tengah, sebelah kanan perempuan berkerudung hijau). Sabtu, 28/4/2018.

SEMARANG-Lantunan bacaan talbiyah pada Sabtu sore (28/4) mengantarkan keberangkatan Purwanto (50) untuk menunaikan ibadah umroh.  Sore itu, puluhan orang berkumpul di rumahnya di Perumahan Puskopkar, Pudakpayung, Banyumanik untuk melepas kepergiannya ke Tanah Suci Makkah. Pria paruh baya kelahiran Jepara yang berprofesi sebagai buruh pabrik besi tersebut nampak sangat terharu bahwa dirinya bisa berangkat umroh.

Purwanto dikenal masyarakat sekitar sebagai sosok bersahaja yang sangat berdedikasi dalam pelayanan ummat. Waktunya seusai pulang kerja dari pabrik dihabiskan untuk mengisi beberapa Majlis Ta’lim di wilayah tempat tinggalnya. Ia juga merupakan imam di Masjid Baitul Rohmah yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya.

Purwanto berangkat umroh dengan biaya hibah dari Yayasan Khairul Ummah Amanah melalui program Hibah Umroh untuk Pejuang Da’wah. Yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan, keagamaan, sosial, dan kemanusiaan tersebut setiap tahun membiayai tokoh-tokoh yang berjasa dalam da’wah dan pelayanan ummat untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Selain Purwanto, tahun ini juga diberangkatkan Aksodin (68) dari Purwahamba, Tegal. Imam Masjid Jami’ Baitus Salam, Purwahamba, Tegal tersebut juga merupakan tokoh yang berdedikasi dalam pelayanan ummat. Sejak berusia dua puluh tahun ia telah mengabdikan diri sebagai guru ngaji, penjaga Masjid, muadzin, dan imam. Profesinya sebagai tukang batu dengan penghasilan yang tidak seberapa tidak menyurutkan semangatnya untuk selalu berkontribusi kepada masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Kedua penerima hibah mengaku sangat bersyukur bisa berkesempatan untuk umroh secara gratis. “Saya sangat bersyukur kepada Allah dan terharu dengan anugerah ini. Ibaratnya saya mendapatkan durian runtuh,” kata Purwanto. Sementara itu Aksodin juga mengungkapkan rasa syukurnya atas anugerah yang ia terima. “Saya yakin bagaimana saya akan sampai Makkah itu Allah yang menentukan. Saya hanya bisa bersyukur dan berterima kasih,” kata Aksodin dengan nada haru.  

Pembina Yayasan Khairul Ummah Amanah, Rohani, S.Pd, MA mengungkapkan bahwa salah satu tujuan dari program Hibah Umroh untuk Pejuang Da’wah adalah untuk memberikan apresiasi kepada para tokoh da’wah atas dedikasi mereka.  Untuk mendapatkan hibah tersebut seorang tokoh harus dicalonkan oleh anggota yayasan dan harus lolos seleksi. “Salah satu kriteria dari calon penerima hibah adalah yang bersangkutan belum pernah melaksanakan ibadah haji atau umroh serta telah mengabdikan diri dalam pelayanan ummat sekurang-kurangnya selama tujuh tahun berturut-turut,” jelasnya. (Hamz)

Home 

2 Comments

  1. Nastya Ristiyanto

    subhanalloh…alhamdulillah…wala ilaha illallohu allahu akbar…
    hati ini bergetar haru, ingin nangis saking ikut gembiranya, apalagi beliau yg diberangkatkan tentunya sangatlah bahagia..
    Benar yg dikatakan beliau spt pepatah “bagai mendapatkan durian runtuh”👍👍…
    in syaa Allah ust Aksodin dan ust Purwanto diberikan kemudahan dlm ibadah umrohnya dari keberangkatan hingga kepulangan dng umroh yg mabrur aamiin yra…

    Reply
  2. Haris

    Subhanallah…
    Walhamdulillah…
    Wallohuakbar…

    Sukses buat khoirul ummah amanah ..

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *